Rabu, 01 Februari 2012

Disiplin Sumber Daya Manusia

Pengertian Disiplin Kerja Menurut pendapat Alex S. Nitisemito(1984: 199) Kedisiplinan adalah suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis.
Menurut pendapat T.Hani Handoko (1994:208)Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar- standar organisasional.
Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan disiplin kerja adalah suatu usaha dari manajemen organisasi perusahaan untuk menerapkan atau menjalankan peraturan ataupun ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan tanpa terkecuali.

T. Hani Handoko membagi 3 disiplin kerja(1994:208) yaitu:
a. Displin Preventif yaitu: kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga penyelewengan dapat dicegah.
b. Disiplin Korektif yaitu: kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan yang mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan pendisiplin.
c. Disiplin Progresif yaitu: kegiatan memberikan hukuman-hukuman yang lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berulang. Tujuan dari disiplin progresif
ini agar karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan korektif sebelum mendapat hukuman yang lebih serius.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tegak tidaknya suatu disiplin kerja dalam suatu perusahaan. Menurut Gouzali Saydam (1996:202), faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Besar kecilnya pemberian kompensasi
b. Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam perusahaan
c. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan
d. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan
e. Ada tidaknya pengawasan pimpinan
f. Ada tidaknya perhatian kepada pada karyawan
g. Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin

Hal-Hal yang Menunjang Kedisiplinan
Menurut Alex S. Nitisemito (1984:119-123) ada beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan dalam pendisiplinan karyawan yaitu:
a. Ancaman
Dalam rangka menegakkan kedisiplinan kadang kala perlu adanya ancaman meskipun ancaman yang diberikan tidak bertujuan untuk menghukum, tetapi lebih bertujuan
untuk mendidik supaya bertingkah laku sesuai dengan yang
kita harapkan.
b. Kesejahteraan
Untuk menegakkan kedisiplinan maka tidak cukup dengan ancaman saja, tetapi perlu kesejahteraan yang cukup yaitu besarnya upah yang mereka terima, sehingga minimal mereka dapat hidup secara layak.
c. Ketegasan
Jangan sampai kita membiarkan suatu pelanggaran yang kita ketahui tanpa tindakan atau membiarkan pelanggaran tersebut berlarut-larut tanpa tindakan yang tegas.
d. Partisipasi
Dengan jalan memasukkan unsur partisipasi maka para karyawan akan merasa bahwa peraturan tentang ancaman hukuman adalah hasil persetujuan bersama.
e. Tujuan dan Kemampuan
Agar kedisiplinan dapat dilaksanakan dalam praktek, maka kedisiplinan hendaknya dapat menunjang tujuan perusahaan serta sesuai dengan kemampuan dari karyawan.
f. Keteladanan Pimpinan
Mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menegakkan kedisiplinan sehingga keteladanan pimpinan harus diperhatikan.

Cara Menegakkan Disiplin Kerja

Salah satu tugas yang paling sulit bagi seorang atasan adalah bagaimana menegakkan disiplin kerja secara tepat. Jika karyawan melanggar aturan tata tertib, seperti terlalu sering terlambat atau membolos kerja, berkelahi, tidak jujur atau bertingkah laku lain yang dapat merusak kelancaran kerja suatu bagian, atasan harus turun tangan. Kesalahan semacam itu harus dihukum dan atasan harus mengusahakan agar tingkah laku seperti itu tidak terulang.
Ada beberapa cara menegakkan disiplin kerja dalam suatu perusahaan:

a. Disiplin Harus Ditegakkan Seketika
Hukuman harus dijatuhkan sesegera mungkin setelah terjadi pelanggaran Jangan sampai terlambat, karena jika terlambat akan kurang efektif.
d. Disiplin Harus Didahului Peringatan Dini
Dengan peringatan dini dimaksudkan bahwa semua karyawan hams benar-benar tahu secara pasti tindakan-tindakan mana yang dibenarkan dan mana yang tidak.
c. Disiplin Harus Konsisten
Konsisten artinya seluruh karyawan yang melakukan pelanggaran akan diganjar hukuman yang sama. Jangan sampai terjadi pengecualian, mungkin karena alasan masa kerja telah lama, punya keterampilan yang tinggi atau karena mempunyai hubungan dengan atasan itu sendiri.
d. Disiplin Harus Impersonal
Seorang atasan sebaiknya jangan menegakkan disiplin dengan perasaan marah atau emosi. Jika ada perasaan semacam ini ada baiknya atasan menunggu beberapa menit agar rasa marah dan emosinya reda sebelum mendisiplinkan karyawan tersebut. Pada akhir pembicaraan sebaiknya diberikan suatu pengarahan yang positif guna memperkuat jalinan
hubungan antara karyawan dan atasan.
e. Disiplin Harus Setimpal
Hukuman itu setimpal artinya bahwa hukuman itu layak dan sesuai dengan tindak pelanggaran yang dilakukan. Tidak terlalu ringan dan juga tidak terlalu berat. Jika hukuman terlalu ringan, hukuman itu akan dianggap sepele oleh pelaku pelanggaran dan jika terlalu berat mungkin akan menimbulkan kegelisahan dan menurunkan prestasi.

source : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/disiplin-kerja-karyawan.html

Adobe Acrobat 8.1.0 Professional


Tahukan anda, berapa banyak file yang di copy saat menginstall adobe acrobat 8.1.0 professional?


911
Anda bisa baca sebagai nine-one-one
atau nine-eleven
atau September 2011





Senin, 30 Januari 2012

Say NO to Legging!


Muslimah Muda, tentu kamu udah familiar dengan celana legging? Ya, celana yang terbuat dari bahan karet yang super ngetat dan ngepress bodi. Dengan memakai celana legging, bentuk dan lekuk kaki wanita terlihat jelas. Celana yang sedang nge-trend dikalangan remaja putri ini ternyata juga nge-trend dikalangan jilbaber. Yup, kalau kita jalan-jalan di luar, kita lihat banyak jilbaber yang menggunakan celana legging dipadukan dengan tunik atau blouse dan kerudung nyekek leher. Pernah atau tertarik menggunakannya? Cek yang ini dulu!

Ada Apa dengan Celana Legging? 
Muslimah Muda, inget nggak syarat-syarat jilbab muslimah yang sesuai dengan ketentuan Allah? Yap, salah satunya adalah TIDAK MEMBENTUK LEKUK TUBUH. Karena itulah, Islam melarang muslimah buat pakai pakaian yang berbahan tipis, 'nerawang' atau 'ngetat' karena keduanya bisa membentuk lekuk tubuh. Sekarang kita lihat, legging atau celana pensil jelas-jelas membentuk lekuk-lekuk tubuh pemakainya. Bahkan kalau kita perhatikan, pemakai legging seperti tidak menggunakan celana karena saking ketatnya, astaghfirullah... Tidakkah sang muslimah tersebut teringat dengan perkataan Nabi -shallahu 'alaihi wasallam-kepada Usamah bin Zaid yang memberikan sebuah baju qibthiyah yang tebal kepada istrinya "Perintahkanlah istrimu agar memakai baju dalam ketika memakai baju qibthiyah, karena saya khawatir naju qibthiyah itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya" Dalam hadits tersebut, Nabi -shalallahu 'alaihi wasallam- menjelaskan pelarangannya karena kekhawatiran beliau bahwa baju qibthiyah tadi masih bisa membentuk lekuk tubuhnya dengan perkataan beliau "karena saya khawatir baju qibthiyyah itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya"

Imam Syafi'i berkata dalam kitab Al-Umm "Larangan wanita yang shalat dengan menggunakan baju dan khimar yang masih menggambarkan lekuk tubuhnya lebih keras dibanding larangan terhadap laki-laki yang menggunakan pakaian yang agak ketat. Dan saya suka jika wanita itu shalat memakai jilbab yang memanjang menutupi baju-baju dalamnya tadi agar tidak menggambarkan lekuk tubuhnya" Dan jangan lupa kalau perintah menutup aurat nggak cuma pas shalat saja.

Fathimah binti Rasulullah, penghulu wanita penghuni surga berkata "Wahai Asma', sesungguhnya aku memandamg buruk seorang wanita yang mengenakan pakaian namun masih membentuk lekuk tubuhnya"

Peliharalah Rasa Malu!
Muslimah Muda, tentu fitrah kita merasa risih dong jika kita menggunakan pakaian yang ketat dan sempit seperti celana legging. Tentu kita akan risih dan malu kalau kaki kita hanya terbalut legging ketat yang nyeplak dan dengan mudahnya mata-mata jalang lelaki tak beradab menikmati 'pemandangan gratis' tersebut. Ingatlah sabda Nabi -shallahu 'alaihi wasallam-
"Perasaan malu dan iman itu keduanya saling berkaitan, manakala salah satunya hilang, maka hilang pulalah yang lainnya"
Dan tentu fitrah kita juga risih melihat bagian tubuh yang sensitif seperi itu diumbar dengan bebas di khalayak ramai seperti itu khan?

Mari Berjilbab secara Kaffah (Sempurna)
Muslimah muda, buat kamu yang masih setengah-setengah dalam menutup aurat, mari sempurnakan jilbab kamu agar sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya -shalallahu 'alaihi wasallam-. Ingatlah firman Allah
'Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kedalam Islam secara kaffah (sempurna/keseluruhan) dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan bagimu adalah musuh yang nyata"
(Q.S Al-Baqarah:208)

Sudah saatnya kita berjilbab dan menutup aurat dengan sempurna agar Allah ridha dengan kita selama kesempatan masih ada, selama hayat masih dikandung badan, agar tak menyesal di akhirat nanti, agar tak menjadi wanita yang terhalang masuk surga dan terhalang mencium wanginya.